BIROKRASI

Status Siaga 2 Masih Berlaku, BPBD Sampang Laporkan Kondisi Terkini Banjir Hingga Sore Hari

SAMPANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang merilis pembaruan kondisi banjir di sejumlah wilayah pada Minggu (4/1/2026) pukul 16.08 WIB. Genangan air masih terpantau di beberapa desa dan ruas jalan, meski sebagian wilayah mulai mengalami penyurutan. Status daerah terdampak tetap berada dalam Siaga 2.

Banjir dipicu oleh curah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Robatal dan Karang Penang. Berdasarkan hasil pemantauan lapangan BPBD, genangan setinggi sekitar 30 sentimeter masih terlihat di Desa Banyumas, Kamuning, Tanggumong, dan Pasean. Sementara di Desa Panggung ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter, dan Desa Pangilen dilaporkan mulai surut.

BACA JUGA :  Upacara Hari Santri Nasional di Sampang, Bupati H. Slamet Junaidi Ajak Teladani Perjuangan Ulama

Sejumlah ruas jalan utama turut terdampak, di antaranya Jalan Raya Panggung dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter dan saat ini tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Genangan juga terpantau di Jalan Pemuda Satria (30 cm), Jalan Pemuda Bahari (30 cm), Jalan Pemuda Baru (20 cm), Jalan Suhadak (20 cm), serta Jalan Raya Imam Bonjol (10 cm).

BACA JUGA :  Pj. Kades Banyumas Geram, Tanda Tangan Diduga Dipalsukan Oknum Tak Bertanggung Jawab

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sampang melalui Bidang Kedaruratan dan Logistik, Mohammad Hozin, menyampaikan bahwa sejak awal kejadian pihaknya telah melakukan langkah cepat penanganan.

“Petugas langsung melakukan koordinasi dengan unsur terkait, pemantauan kondisi di lokasi terdampak, serta penyaluran bantuan logistik melalui Desa Tangguh Bencana (Destana) untuk disalurkan kepada warga,” ujarnya.

BACA JUGA :  Personil Gabungan TNI-Polri Dan Pemkab Sampang Siap Amankan Halalbihalal Bupati Dan Wakil Bupati Sampang

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat warga yang mengungsi dan situasi masih dalam kondisi terkendali.

“Alhamdulillah kondisi pengungsi nihil. Cuaca kini terpantau berawan, dan berdasarkan alat Early Warning System (EWS), elevasi air di hulu berada pada level normal di angka 2,18 meter,” jelasnya.

BPBD tetap mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem serta pergerakan air susulan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan banjir.

(Az)

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button