Dinkes & KB Sampang Peringati Hari AIDS Sedunia 2025, Tekankan Anti-Stigma dan Peran Generasi Muda

SAMPANG — Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes & KB) Kabupaten Sampang menggelar peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 di depan kantor Dinas Kesehatan, Kegiatan tersebut melibatkan Puskesmas, PMR Sabilillah, PMI, Duta GenRe, serta komunitas peduli HIV/AIDS. Senin (1/12/2025)
Peringatan tahun ini mengusung pesan “Hak Setara untuk Semua, Bersama Kita Bisa”, yang menekankan pentingnya akses layanan kesehatan tanpa stigma dan diskriminasi bagi Orang dengan HIV (ODHIV).
Kepala Dinas Kesehatan dan KB Sampang, dr. Dwi Herlinda Lusi Harini, menyampaikan bahwa masyarakat harus didorong untuk lebih memahami HIV, mengakhiri stigma, serta memperkuat upaya pencegahan dan penanganan.
Sebagai bentuk kampanye, para relawan membagikan bunga kepada pengguna jalan sambil menyampaikan edukasi singkat tentang pencegahan HIV. Aksi tersebut dipilih karena bunga dianggap sebagai simbol kepedulian, solidaritas, dan ajakan untuk meningkatkan kesadaran publik terkait HIV/AIDS.

Dinkes Sampang menyebut situasi kasus HIV tahun ini menunjukkan perkembangan positif. Hingga 30 November 2025, tercatat 48 kasus baru, atau mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, upaya pencegahan tetap menjadi prioritas utama.
Strategi penanggulangan HIV/AIDS di Sampang meliputi penguatan edukasi dan penyuluhan komprehensif, fokus pada pencegahan, deteksi dini, pengobatan, serta dukungan lintas program dan lintas sektor. Saat ini, terdapat 27 layanan testing HIV termasuk rumah sakit, serta 13 layanan PDP yang aktif memberikan pendampingan dan layanan bagi ODHIV.
Dinas Kesehatan juga mengajak masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, setia pada pasangan, menjauhi perilaku seks berisiko, serta tidak menggunakan narkoba. Upaya menghilangkan stigma dan diskriminasi ditekankan sebagai bagian penting untuk mempermudah akses ODHIV terhadap layanan kesehatan.
Dalam momentum ini, peran generasi muda turut diangkat sebagai faktor kunci pencegahan HIV/AIDS. Kaum muda dinilai berperan sebagai agen penyebar informasi, pemberi edukasi sebaya, pemutus rantai stigma, serta penggerak aksi komunitas dalam mendukung program pencegahan HIV di lingkungan mereka.
Dinas Kesehatan memastikan bahwa layanan testing HIV dan pengobatan ARV tersedia secara gratis, sehingga masyarakat diimbau tidak ragu untuk memeriksakan diri dan mendapatkan pendampingan lebih awal.
(Rd)





