
Sampang – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 Kodim 0828/Sampang resmi ditutup. Upacara penutupan dipimpin oleh Kolonel (Mar) Kurniawan Basuki Cahyono Putra, Perwira LO TNI AL Kodam V/Brawijaya, yang digelar di Lapangan Masjid An Nindhita, Jalan Raya Jrengik, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang.(13/8/26)
Penutupan tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian program TMMD yang telah berlangsung selama satu bulan penuh, baik sasaran fisik maupun nonfisik. Namun, berakhirnya kegiatan bukan berarti berakhir pula semangat kebersamaan yang telah tumbuh antara prajurit TNI dan masyarakat.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, program TMMD ke-129 hadir untuk membantu menjawab kebutuhan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur sekaligus mendorong pemberdayaan warga di wilayah pedesaan.
Salah satu momen paling mengharukan terjadi saat rombongan meninjau sasaran fisik rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bu Mahmudah, seorang warga yang sehari-hari berjualan kerupuk keliling untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Rumah yang sebelumnya membutuhkan perhatian kini telah berubah menjadi hunian yang lebih layak dan nyaman. Saat menyambut kedatangan Dandim 0828/Sampang bersama Kolonel (Mar) Kurniawan Basuki Cahyono Putra beserta rombongan, Bu Mahmudah tak kuasa menahan haru.
Dengan mata berkaca-kaca dan tetes air mata, ia menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan melalui program TMMD.
Momen sederhana itu menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan bukan sekadar tentang jalan, rumah, fasilitas air maupun sarana umum. Lebih dari itu, pembangunan adalah tentang menghadirkan harapan dan memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa mereka tidak berjalan sendiri.
Bagi Bu Mahmudah, rumah yang telah diperbaiki bukan hanya bangunan yang lebih indah. Di dalamnya tersimpan harapan baru untuk menjalani kehidupan bersama keluarga dengan lebih tenang dan nyaman.
TMMD ke-129 Kodim 0828/Sampang pun meninggalkan sebuah pesan penting: ketika TNI dan rakyat bergandengan tangan, keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk menghadirkan perubahan.

Satu bulan pengabdian boleh berakhir, tetapi semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI-rakyat diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat.
Dari desa, langkah pembangunan dimulai. Dari kebersamaan, harapan dinyalakan. Dan dari air mata haru seorang warga, tersampaikan sebuah pesan sederhana namun bermakna:
“Terima kasih, TNI. Kehadiranmu membawa harapan dan membuat kami percaya bahwa desa kami juga layak mendapatkan masa depan yang lebih baik.”
TMMD ke-129 resmi ditutup, tetapi semangat membangun negeri dari desa akan terus berjalan bersama rakyat.





