UMUM

PLN Kirim Satu Unit Mesin ke PLTD Mandangin, Upaya Optimalkan Keandalan Listrik

SAMPANG – PT PLN (Persero) terus melakukan upaya penormalan dan pengoptimalan keandalan pasokan listrik di wilayah Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang. Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan mengirim satu unit mesin untuk mendukung operasional Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Mandangin. Selasa (12/5/2026)

Pengiriman mesin tersebut dilakukan pada Senin malam, 11 Mei 2026, dari wilayah Kalianget menuju Desa Pulau Mandangin.

BACA JUGA :  GKS Duga Ada Permainan Oknum PKH di Kamoning, Kartu ATM KPM Diminta dengan Alasan Darurat

Sopir truk pengangkut mesin, Gery, mengatakan perjalanan pengiriman dimulai sekitar pukul 21.30 WIB dan tiba di Dermaga Desa Pulau Mandangin pada Selasa pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

“Pengiriman dilakukan dari Kalianget menuju Pulau Mandangin mulai setengah 10 malam dan sampai sekitar jam 9 pagi,” ujarnya.

Setelah tiba di dermaga, satu unit mesin tersebut langsung mendapatkan pengawalan ketat dari petugas PLTD Mandangin untuk segera dibawa ke lokasi pembangkit.

BACA JUGA :  Sinergi Membangun Negeri: Kodim Sampang dan Pemkab Gelar Rakor TMMD ke-124 Tahun 2025

Masyarakat Pulau Mandangin menyambut baik langkah yang dilakukan PT PLN (Persero) tersebut. Salah seorang warga Desa Pulau Mandangin, Khoirul, mengaku senang atas pengiriman mesin baru itu.

Ia berharap keberadaan mesin tambahan tersebut dapat meningkatkan stabilitas pasokan listrik sehingga tidak lagi terjadi pemadaman, khususnya pada siang hari.

BACA JUGA :  Babinsa Sokobanah Tingkatkan Kedekatan dengan Warga di Desa Tamberu Barat

“Kami sangat senang melihat ada pengiriman mesin baru ini. Semoga siang hari nanti tidak ada pemadaman listrik lagi,” ungkapnya.

Langkah penguatan infrastruktur kelistrikan itu menjadi bagian dari upaya PLN dalam menjaga keandalan pelayanan listrik bagi masyarakat di wilayah kepulauan, termasuk Pulau Mandangin.

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button