BIROKRASIORGANISASIUMUM

“Dari Dunia Pendidikan untuk Kemanusiaan”TPI As Syaahidien Gelar Donor Darah

Sampang – Semangat kemanusiaan kembali tumbuh dari lingkungan pendidikan. Taman Pendidikan Islam (TPI) As Syaahidien Gunung Eleh bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sampang sukses menggelar kegiatan donor darah sukarela dengan capaian 18 kantong darah. Rabu (11/2/2026)

Kegiatan tersebut melibatkan tenaga kependidikan, masyarakat sekitar, serta relawan PMI Kecamatan Kedungdung. Selain membantu menjaga ketersediaan stok darah, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat nilai solidaritas sosial di tengah masyarakat.

BACA JUGA :  Semangat Kepahlawanan, Dandim Sampang Pimpin Upacara Peringati Hari Pahlawan Tahun 2025

Ketua PMI Kecamatan Kedungdung, Rofi’ Uhkrowi, S.H.I., menegaskan pentingnya peran lembaga pendidikan dalam gerakan kemanusiaan.

“Lembaga pendidikan merupakan ujung tombak dalam menanamkan nilai-nilai sosial dan kemanusiaan,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara PMI dan lembaga pendidikan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan komitmen jangka panjang.

“Pengurus dan relawan PMI Kecamatan Kedungdung bersama satuan-satuan lembaga pendidikan, salah satunya TPI As-Syaahidien, berkomitmen untuk terus berbuat yang terbaik bagi kemanusiaan,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Panen Raya Padi Serentak di Sampang: TNI, Pemerintah, dan Petani Sambut Presiden RI Lewat Zoom Meeting

Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam gerakan donor darah sukarela.

“Salah satunya dengan mengajak para siswa, tenaga kependidikan, dan masyarakat sekitar lembaga yang telah memenuhi persyaratan untuk selalu konsisten berkontribusi dalam kegiatan rutin donor darah sukarela di lembaga ini bersama Palang Merah Indonesia Kabupaten Sampang.”

BACA JUGA :  Satgas TMMD ke-124 Kodim Sampang Gencarkan Pengecoran Tandon Air Bersama Warga di Desa Batu Karang

Capaian 18 kantong darah tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara PMI dan institusi pendidikan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah di Kabupaten Sampang dan sekitarnya.

Gerakan ini sekaligus menegaskan bahwa lembaga pendidikan tidak hanya menjadi pusat transfer ilmu, tetapi juga ruang tumbuhnya empati dan aksi nyata kemanusiaan.

(Az)

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button